Halaman

keep smile

Tersenyumlah ketika di rendahkan orang lain dan yakinlah Tuhan yang akan meninggikan kita :)

Kamis, 25 Agustus 2011

Kehilangan Sosok Sahabat

Saat ku menaiki anak tangga satu persatu tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri ku dan bertanya.
"kelas berapa?" dia bertanya.
"kelas satu b" jawab ku
"sama, nama ku Anita" dia sambil mengulurkan tangan
"aku Putri" ku sambut dengan senang hati uluran tangannya. Maklum lah waktu aku masuk SMP ga ada orang yang ku kenal sama sekali.

Itu adalah kejadian 6 tahun yang lalu, masih ku ingat saat berkanalan dengan mu. 4 tahun kemudian setelah perkenalan singkat itu kamu pergi di jemput Tuhan. Lebih tepatnya lagi tanggal 4 september 2009, hari jum'at saat bulan puasa seperti saat ini.

2 tahun yang lalu. Aku sudah SMA..
Bel tanda pulang sudah berbunyi, entah kenapa jadi males pulang ke rumah. Aku rapikan buku-buku dan alat tulis ku dengan lambat tapi akhirnya selesai juga. Ku langkahkan kaki berjalan selangkah demi selangkah dengan pelan, sudah agak jauh dari kelas ku tanpa pikir panjang ku balikkan badan, dengan langkah cepat ku hampiri kelas Oyank (nama panggilan Anita). Wajah ku langsung kembali bersinar saat melihat dia, entah kenapa aku juga ga tau.

"oyaaankk" sapa ku dengan nada agak tinggi
"apa put?" jawabnya dengan wajah tanpa ekspresi. Ku dekati dia dan ku bisikkan sesuatu ke telinganya. oohhh kalian tak boleh tau apa yang ku katakan padanya, karna itu rahasia aku, oyank dan Allah saja :D
"ada put" kata oyank
"thaks ya" kata ku sambil senyum-senyum

Ku lanjutkan perjalanan ku menuju gerbang sekolah, ku langkahkan kaki dengan cepat ga tau kenapa mendadak berubah begitu. Akhirnya aku sampai di gerbang sekolah dan aku putuskan untuk duduk di bawah pohon sambil menunggu jemputan. Kira-kira kurang dari 5 menit aku mendudukan diri di bawah pohon ternyata oyank dan yuli lewat.
"put, duluan" kata oyank sambil melambaikan tangannya. Aku cuma senyun-senyun saja.
Tak lama kemudian aku di jemput kaka ku. Sesampai dirumah aku langsung menjatuhkan diri ku ke tempat tidur, ku ambil hp buat online. Lagi asik-asik online, tiba-tiba ada telpon masuk. 'Norma, ngapain nelpon aku' pikir ku dalam hati.
"hallo, kenapa nor?"
"put, oyank sama yuli meninggal, kecelakaan kepalanya pecah kelindas truck" jawab norma dengan nada suara yang berantakan
"ga mungkin" jawab ku singkat. Masih dalam keadaan tidak percaya, tangan dan kaki dingin, berkeringat, jantung ku berdebar keras, menjadi bingung apa yang harus ku lakukan tanpa terasa akhirnya ku teteskan air mata.

"ma, oyank dan yuli meninggal" teriak ku pada mama dengan air mata yang deras dan wajah yang bingung.
"ga mungking, coba tanya teman yang lain" kata mama
tanpa pikir panjang aku langsung menelpon entah siapa saja yang aku telpon banyak sekali jadi lupa. Kesimpulan dari orang-orang yang aku telpon ternyata kejadian itu benar. Sungguh tak ku sangka dan tak ku duga mereka pergi duluan dan hari itu hari terakhir bersama mereka, kata terakhir dari oyank dan lambaian perpisahan.

Pertama-tama aku pergi kerumah almarhum Yuli tapi cuma sebentar karna aku tidak begitu mengenal keluarganya. Setelah itu aku ke rumah oyank, sesampai disana tangis ku masih biasa dan saat jenazahnya datang tangis ku meledak. Tanpa henti ku teteskan air mata dengan pandangan kosong. Sungguh hari itu hari yang sangat menyiksa ku, hari dimana aku kehilangan sosok sahabat, kehilangan untuk selamanya. Ke esokan harinya aku bangun dengan mata yang tidak karuan, kacau sekali. Sesampai di sekolah masih dengan air mata dan kenangan tentang mereka.

Sekarang, aku menulis ini dengan tetesan air mata. Ku ingat detil demi detil kebersamaan kita selama 4 tahun itu. 2 tahun kau telah pergi meninggalkan ku dengan sejuta kenangan dan kebahagiaan. Tak kan pernah ku lupakan diri mu, semoga kau damai teman di surga di sisi-Nya. Amin..

Cerita ini pengalaman pribadi ku, pengalaman ku kehilangan sosok sahabat untuk selamanya. Masih ku ingat pula percakapan pertama dan terakhir kami. Teman aku sangat merindukan mu, ku anggap kau masih ada namun engkau jauh disana hingga ku tak dapat menjangkau mu. Jika boleh ku ingin kembali kemasa-masa kita bersama dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar